Mengapa Sopir Pajero Sport Banyak yang Arogan? – CNN Indonesia

Pengendara mobil Pajero Sport dan Fortuner kembali mendapat sorotan setelah tingkah arogan mereka di jalan raya. Sejumlah warganet pun mempertanyakan mengapa banyak pengendara Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner arogan ketika di jalanan.
Namun demikian, ternyata arogansi pengendara bukan hanya karena merek atau model yang dikendarai. Menurut Instruktur Senior Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu ada sejumlah faktor yang membuat pengendara menjadi arogan.
“Intinya yang membuat situasi atau perilaku pengendara arogan atau eksklusif itu tidak dari jenis mobil, tapi masalah psikologis yang dipicu oleh beberapa hal,” kata Jusri saat dihubungi, Selasa (27/12).
Ia mencontohkan arogansi bisa timbul ketika pengendara mengendarai kendaraan secara rombongan. Misalnya ketika sebuah klub kendaraan sedang berkendara berombongan, biasanya sikap arogan muncul di beberapa anggotanya.
Kemudian, arogansi pengendara juga dapat muncul ketika ia menjadi bagian dari organisasi atau instansi tertentu. Menurut dia hal ini membuat si pengendara merasa dirinya lebih eksklusif daripada pengguna jalan lainnya.
“Bisa juga dari properti yang dibawa, properti yang dibawa ini katakan kendaraan bermotor, mobil atau motor yang relatif mahal, yang sangat selektif kepemilikannya. Itu juga akan memicu eksklusifitas yang akhirnya timbul arogansi bahkan anarkis,” ungkap dia.
Faktor lainnya, kata Jusri, adalah soal dimensi kendaraan yang dikendarai. Menurutnya mobil-mobil seperti Pajero Sport dan Fortuner yang memiliki bodi bongsor memicu pengendara merasa lebih eksklusif di jalanan.
“Dengan dimensi ini, secara psikologis akan memicu orang terkait dengan eksistensinya di jalan. Lebih-lebih kalau mereka dicampuri dengan berkelompok,” kata Jusri.
Faktor lain yang memicu pengendara bersikap arogan di jalan adalah kurangnya pemahaman dalam berkendara. Menurut dia pemahaman dalam berkendara merupakan elemen penting, namun banyak pengendara yang mengabaikan hal ini.
Jusri menjelaskan kurangnya pemahaman dalam berkendara akan memicu empati ke pengendara lain. Hal ini disebut jadi pemicu banyak pengendara bersikap arogan di jalanan.
“Oleh karena itu, pengetahuan si pengemudi itu tidak hanya dianggap sekadar saja. Jangan berpikir aktivitas di jalan raya hanya soal keterampilan, tapi juga harus melengkapi dengan pengetahuan,” jelas Jusri.
“Dengan pengetahuan ini kita akan sadar, kita akan komitmen terhadap aturan-aturan yang kita pelajari. Dari pengetahuan pun akan timbul penguasaan emosi, karena kita berada di ruang publik. Dari pengetahuan yang betul-betul dipahami, orang juga akan timbul empati,” ujarnya menambahkan.
Menurut dia masalah pengetahuan dan pemahaman dalam berkendara ini menjadi masalah umum para pengendara di Indonesia, bukan hanya pengendara mobil-mobil mewah.
“Hampir dari semua kelompok, dari akar kelompok bawah sampai yang VIP. Tidak memandang umur, siapa, institusi, orang-orang ketika di jalan salah kaprah, minta prioritas, macam-macam lah, pakai sirine lah,” pungkasnya.
Sebelumnya, arogansi pengendara Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner kembali mendapat sorotan setelah beredar dua video yang viral di media sosial.
Video pertama menunjukkan arogansi pengendara Pajero Sport yang mengacungkan senjata tajam (sajam) ke pengendara mobil lain saat melintas di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang diduga terjadi pada Minggu (25/12). Dalam video tersebut, pengendara Pajero Sport dengan pelat B 1690 QH mencoba menyerobot antrean kendaraan di depannya.
Sementara, video kedua memperlihatkan aksi pengendara Fortuner yang belum jelas lokasi dan waktu kejadian. Dalam video tersebut, Fortuner yang sedang dikawal Patwal memepet pengguna jalan lain.
[Gambas:Video CNN]

source